Tampilkan postingan dengan label Resep Obat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resep Obat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 November 2010

Analgesik, antipiretik

Analgesik

adalah obat yang dapat mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri dan akhirnya akan memberikan rasa nyaman pada orang yang menderita.

Nyeri merupakan suatu pengalaman sensorik dan motorik yang tidak menyenangkan, berhubungan dengan adanya potensi kerusakan jaringan atau kondisi yang menggambarkan kerusakan tersebut.

Sedangkan antipiretik adalah obat yang dapat menurunkan demam (suhu tubuh yang tinggi). Pada umumnya (sekitar 90%) analgesik mempunyai efek antipiretik.


Gejala Nyeri dapat digambarkan sebagai rasa benda tajam yang menusuk, pusing, panas seperti rasa terbakar, menyengat, pedih, nyeri yang merambat, rasa nyeri yang hilang – timbul dan berbeda tempat nyeri.

Apa yang menyebab kan nyeri ?


Nyeri terjadi jika organ tubuh, otot, atau kulit terluka oleh benturan, penyakit, keram, atau bengkak. Rangsangan penimbul nyeri umumnya punya kemampuan menyebabkan sel-sel melepaskan enzim proteolitik (pengurai protein) dan polipeptida yang merangsang ujung saraf yang kemudian menimbulkan impuls nyeri. Senyawa kimia dalam tubuh yang disebut prostaglandin beraksi membuat ujung saraf menjadi lebih sensitif terhadap rangsangan nyeri oleh polipeptida ini.

Penanganan Nyeri


Obat-obat yang dapat mengurangi nyeri antara lain:
·Golongan Para amino fenol à asetaminofen (Parasetamol ), fenasetin

Golongan Pirazolon à dipiron (antalgin)
·Derivat Asam Salisilat à Aspirin, Benorilat, Diflunisal, Salsalat


1 Derivat.As.Fenamat à As.Mefenamat, Meklofenamat
2 Derivat Asam Propionat à As.Tiaprofenat, Fenbufen, Flurbiprofen, Ibuprofen, Ketoprofen, Naproksen
3 Derivat As.Fenilasetat à Diklofenak, Fenklofenak

http://www.farmasiku.com/index.php?target=categories&category_id=170

MUAL, MUNTAH

Mual dan muntah bisa jadi menunjukan beberapa kondisi, maka amat penting untuk menentukan penyebab sebelum memutuskan penggunaan obat yang tepat.

Mual dan muntah sering sekali dilontarkan pasien dengan latar belakang penyakit yang berbeda.

Penyebab mual dan muntah bisa jadi sangat sederhana, seperti berputar terlalu cepat saat naik mesin di taman hiburan. Tetapi, mual muntah bisa juga merupakan gejala suatu penyakit yang lebih serius, atau karena efek pemberian obat-obatan tertentu. Jadi mual muntah bisa berdiri sendiri sebagai hal yang independen, namun umumnya dibicarakan bersama-sama dengan kondisi lain.

Mual dan muntah banyak dikaitkan dengan ganguan organik dan fungsional. Kondisi darurat di rongga perut seperti apendikitis kut, kolesistitis, gangguan di saluran intestinal, atau peritonitis juga bisa menyebabkan mual dan muntah. Infeksi virus, bakteri, dan parasit lain di saluran pencernaan secara tipikal menyebabkan mual dan mmuntah dengan derajat berat. Satu dari begutu banyak penyebab muntah pada anak adalah gastroenteritis yang disebabkan rotavirus.

Tipe lain dari kondisi mual dan muntah adalah yang disebut mual dan muntah yang bisa diantisipasi atau anticipatory nausea and vomiting. Mual dan muntah jenis ini disebabkan karena pemberian obat-obat kemoterapi atau akibat kecemasan yang timbul karena tindakan tersebut. Kebanyakan pasien menunjukkan dua-duanya, baik karena obatnya dan juga kecemasan akibat efek kemoterapi. Data dari Support Care Cancer tahun 1998 me­nun­jukkan mual atau Anticipatory nausea (AN) dialami oleh sekitar 29% pasien yang menjalani kemoterapi atau 1:3. Sedangkan muntah (anticipatory vomitting/AV) terjadi pada 11% pasien atau 1:10.

Mual dan muntah juga bisa dikeluhkan pasien sesudah menjalani operasi. Data dari World Federation of Societies of Anaesthesiologists 2003 menyebutkan Postoperative nausea and vomiting (PONV) merupakan kejadian yang tidak diinginkan (adverse events0 yang paling sering terjadi setelah tindakan pembedahan. Kasusnya mencapai 60-70% jika menggunakan agen anastesi lama, dibandingkan 30% dengan penggunaan obat anastesi yang relatif baru.

Gejala yang sama juga banyak ditemukan pada ke­hamilan. Bahkan ka­susnya relatif tinggi. Rasa mual menimpa 75-85% perempuan hamil, dan 50% diikuti muntah.

Karena cukup menganggu dan men­u­run­kan aktivitas harian penderita, maka tu­juan terapi untuk mual dan muntah adalah mencegah atau menghilangkannya. Tetapi pendekatan terapi sangat tergantung pada kondisi medis masing-masing pasien. Untuk mual dan muntah ringan, bisa diatasi dengan obat-obat bebas atau bisa dilakukan pendekatan non farmakologi.

Tetapi karena gejala mual dan muntah bisa jadi merepresentasikan beberapa kondisi, maka amat penting untuk menentukan penyebab sebelum memutuskan penggunaan obat yang tepat.

Tujuan keseluruhan dari terapi antiemetik adalah untuk mencegah atau menghilangkan mual dan muntah, seharusnya tanpa menimbulkan efek samping. Terapi antiemetik diindikasikan untuk pasien dengan gangguan elektrolit akibat sekunder dari muntah, anoreksia berat, memburuknya status gizi atau kehilangan berat badan.

Obat-obat yang tersedia bebas misalnya antasid, histamine 2 antagonis seperti simetidin, fa­motidin, dan ranitidine. Obat-obat kelompok antihistimine-antikolinergik seperti meclizine, cyclizine, dimenhidrinat, dan difenhidramin, serta cairan fosforilat karbohidrat. Sedangkan obat anti mual muntah yang bisa didapatkan dengan resep antara lain antihistamin-antikolinergik dan fenotiazine. Kedua jenis obat ini umumnya efektif, meskipun dalam dosis dan frekuensi pemberian yang kecil. Untuk kasus yang lebih rumit, disarankan mengkombinasikan obat.

Obat-obat anti muntah (antiemesis) untuk pasien kanker yang menerima obat kemoterapi harus diberikan sebelum, selama dan sesudah kemoterapi. Obat-obat yang digunakan untuk mengatasi efek samping kemoterapi, dalam hal ini mual dan muntah, adalah proklorperazine saja atau dikombinasikan dengan lorazepam; granisetron, ondansetron, atau dolasetron yang merupakan obat golongan 5-HT3 receptor antagonis. Obat ini bekerja de­ngan menghambat aksi serotonin, yang merupakan substansi alamiah penyebab mual dan muntah. Salah satu dari obat golongan antagonis reseptor 5-HT3 tersebut juga bisa dikombinasikan dengan deksametason atau metilprednisolon.

http://www.farmasiku.com/index.php?target=categories&category_id=197

Sabtu, 30 Oktober 2010

Ramuan Herbal Taklukkan Acne Vulgaris

herbal Pictures, Images and Photos

JERAWAT (Acne Vulgaris)
Gangguan kulit ini lebih wring menyerang remaja atau pada masa pubertas dan orang yang mempunyai kulit berminyak. Jerawat timbul karena adanya sekresi kelenjar yang disebut sebum yang menyumbat pori-pori kulit. Haltersebut menyebabkan minyak tidak dapat keluar dan menggumpal di bawah kulit sehingga terjadi pembengkakan seperti kista-kista kecil. Jika parah dapat menyebabkan infeksi dan peradangan.

Penyebab
1. Perubahan hormon pada saat pubertas (terutama hormon androgen).
2. Penyumbatan pada folikel rambut sehingga minyak tidak bisa ke pennukaan.
3. Infeksi oleh Propionibacterium cones, yaitu bakteri penyebab jerawat.
4. Faktor lain, sepeeti penggunaan kosmetik yang tidak cocok, stres, dan perubahan iklim atau cuaca yang ekstrim.

Perawatan
1. lap kebersihan kulit, cuci muka dengan air hangat.
2. Hindari memegang dan memencet jerawat.
3. Jangan menggunakan rambut sebagai penutup muka atau poni.
4. Jangan menggunakan kosmetik yang terlalu tebal. 97
5. Konsumsi buah-buahan dan sayuran segar.
6. Hindari makanan goreng-gorengan dan yang terlalu manis.

Pengobatan herbal
Resep 1
30 g temulawak, iris tipis
20 g kencur, iris tipis
10 g sambiloto kering 20 g asam jawa

a. Cuci bersih semua bahan, rebus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu saring.
b. Minum 2 kali sehari.

Resep 2
Wortel secukupnya
a. Cuci bersih wortel, jus hingga sarinya terkumpul 200 cc.
b. Minum 2 kali sehari, pagi dan sore hari.

Resep 3 (pemakaian luar)
20 lembar daun sirih
309 sambiloto
200 g daun lidah buaya, kupas
Bedak beras dingin secukupnya

a. Cuci bersih semua bahan, rebus dengan 1 liter air hingga tersisa 1/2 liter.
b. Gunakan airnya untuk membersihkan muka yang berjerawat (sebagai cleansing) dan campurkan bersama bedak beras dingin sebagai masker jerawat.
c. Lakukan 3 kali sehari. Simpan sisanya di lemari es.

Resep (Pemakaian luar)
Jeruk nipis yang telah tua secukupnya
1/2 sdt bubuk belerang
a. Belah jeruk nipis dan peras airnya, tambahkan 1/2 sendok teh bubuk belerang, lalu campus hingga rata.
b. Oleskan pada acne, biarkan 30 menit, lalu bersihkan.

Resep 5 (pemakaian luar)
Bush belimbing wuluh secukupnya
a. Cuci bersih bellmbing wuluh, parut.Tambahkan air garam, aduk
b. Gosokkan pada jerawat 2-3 kali sehari.

Catatan:
Piiih salah satu resep untuk pengobalan luar dan lakukan secara teratur.

Daftar Pustaka
Ramuan Lengkap Herbal Taklukkan Penyakit Oleh Prof H. Hembing W.

Salam Dulu baru baca ^_^

Salam Dulu baru baca ^_^

Ma'an Najah

Ma'an Najah

Jazakallah khairan katsiran

Jazakallah khairan katsiran