Tampilkan postingan dengan label Tausiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tausiyah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Februari 2011

Cerminan Diri

Bercermin Pictures, Images and Photos

Tatkala kudatangi sebuah cermin..
Tampak sesosok yang sangat lama kukenal dan sangat sering kulihat

Namun aneh,
Sesungguhnya aku belum mengenal siapa yang kulihat..

Tatkala kutatap wajahnya..
Hatiku bertanya,
Apakah wajah ini yang kelak akan bercahaya dan bersinar indah di syurga sana ?
Ataukah wajah ini yang akan hangus legam di neraka jahanam

Tatkala kutatap matanya,
Nanar hatiku bertanya,
Mata inikah yang akan menatap penuh kelazatan dan kerinduan..
Menatap Allah,
Menatap Rasulullah,
Menatap kekasih - kekasih Allah kelak ?
Ataukah mata ini yg terbeliak,
Melotot,
Menganga,
Terburai menatap neraka jahanam..
Akankah mata penuh maksiat ini akan menyelamatkan ?

Wahai mata,
Apakah gerangan yang kau tatap selama ini ?

Tatkala kutatap mulutnya,
Apakah mulut ini yg kelak akan mendesah penuh kerinduan...
Mengucap Lailaha ilallah saat malaikat maut datang menjemput ?
Ataukan menjadi mulut yang menganga
Dengan lidah menjulur,
Dengan lengking jeritan pilu yang akan mencopot sendi-sendi setiap pendengar ?
Ataukah mulut ini menjadi pemakan buah zaqum jahanam..
Yang getir penghangus,
Penghancur setiap usus !

Apakah gerangan yang engkau ucapkan wahai mulut yang malang ?
Berapa banyak dusta yang telah engkau ucapkan ?
Berapa banyak hati yang remuk dgn pisau kata - katamu yg menggiris tajam ?
Berapa banyak kata - kata manis semanis madu yg palsu engkau ucapkan utk menipu ?
Betapa jarang engkau jujur
Betapa langkanya engkau syahdu memohon agar Tuhan mengampunimu..

Tatkala kutatap tubuhku..
Apakah tubuh ini kelak yang akan penuh bercahaya..
Bersinar,
Bersukacita,
Bercengkerama di Syurga ?
Atau tubuh yang akan tercabik - cabik hancur,
Mendidih di dalam lahar membara jahanam,
Terpasung tanpa ampun,
Derita yang tak pernah berakhir..

Wahai tubuh,
Berapa banyak maksiat yang engkau lakukan ?
Berapa banyak orang - orang yg engkau zalimi dengan tubuhmu ?
Berapa banyak hamba - hamba Allah yang engkau tindas dengan kekuatanmu ?
Berapa banyak perindu pertolongan
Yang engkau acuhkan tanpa peduli padahal engkau mampu ?
Berapa banyak hak - hak yang engkau rampas ?

Ketika kutatap hai tubuh,
Seperti apa gerangan isi hatimu
Apakah isi hatimu sebagus kata katamu..
Atau sekotor daki-daki yang melekat di tubuhmu..
Apakah hatimu segagah ototmu
Atau selemah daun daun yg mudah rontok
Apakah hatimu seindah penampilanmu
Ataukah sebusuk kotoran-kotoranmu..

Betapa beda..
Betapa beda....
Apa yg tampak dan apa yang tersembunyi..
Aku telah tertipu,
Aku tertipu oleh topeng
Betapa yg kulihat selama ini hanyalah topeng,
Hanyalah topeng belaka !
Betapa pujian yang terhambur hanyalah memuji topeng.. !
Sedangkan aku.....
Hanyalah selonggok sampah busuk yang terbungkus
Aku tertipu,
Aku malu Ya Allah..

Allah....
Selamatkan ku..
Amin ya Rabbal alamin.

http://www.iluvislam.com/karya/puisi-kreatif/1636-cerminan-diri.html

Rumah Masa Depan

My Love Allah Pictures, Images and Photos

النفس تبكي على الدنيا وقد علمت...أن السلامة فيها ترك ما فيها

(Sungguh aneh) jika jiwa menangis karena perkara dunia (yang terluput) padahal jiwa tersebut mengetahui bahwa keselamatan adalah dengan meninggalkan dunia

لا دار للمرء بعد الموت يسكنها...إلا التي كان قبل الموت يبنيها

Tidak ada rumah bagi seseorang untuk ditempati setelah kematian, kecuali rumah yang ia bangun sebelum matinya

فإن بناها بخير طاب مسكنه...وإن بناها بشر خاب بانيها

Jika ia membangun rumahnya (tatkala masih hidup) dengan amalan kebaikan maka rumah yang akan ditempatinya setelah matipun akan baik pula

أموالنا لذوي الميراث نجمعها...ودورنا لخراب الدهر نبنيها

Harta kita yang kita kumpulkan adalah milik ahli waris kita, dan rumah-rumah (batu) yang kita bangun akan rusak dimakan waktu

كم من مدائن في الآفاق قد بنيت...أمست خرابا وأفنى الموت أهليها

Betapa banyak kota (megah) dipenjuru dunia telah dibangun, namun akhirnya rusak dan runtuh, dan kematian telah menyirnakan para penghuninya

أين الملوك التي كانت مسلطنة...حتى سقاها بكأس الموت ساقيها

Dimanakah para raja dan pimpinan yang dahulu berkuasa? Agar mereka bisa meneguk cangkir kematian

لا تركنن إلى الدنيا فالموت...لا شك يفنينا ويفنيها

Janganlah engkau condong kepada dunia, karena tidak diragukan lagi bahwa kematian pasti akan membuat dunia sirna dan mebuat kitapun fana

واعمل لدار غدا رضوان خازنها...والجار أحمد والرحمن بانيها

Hendaknya engkau beramal untuk rumah masa depan yang isinya adalah keridoan Allah, dan tetanggamu adalah Nabi Muhammad serta yang membangunnya adalah Ar-Rohman (Allah yang maha penyayang)

قصورها ذهب والمسك طينتها...والزعفران حشيش نابت فيها

Bangunannya terbuat dari emas, dan tanahnya menghembuskan harumnya misik serta za'faron adalah rerumputan yang tumbuh di tanah tersebut

أنهارها لبن مصفى ومن عسل...والخمر يجري رحيقا في مجاريها

Sungai-sungainya adalah air susu yang murni jernih, madu dan khomr, yang mengalir dengan bau yang semerbak

والطير تشدو على الأغصان عاكفة...تسبح الله جهرا فى مغانيها

Burung-burung berkicau di atas ranting dan dahan di atas pohon-pohon yang ada di surga
Mereka bertasbih memuji Allah dalam kicauan mereka

فمن يشتري الدار في الفردوس يعمرها...بركعة في ظلام الليل يحييها

Siapa yang hendak membangun surga firdaus maka hendaknya ia memenuhinya dengan sholat di dalam kegelapan malam

http://firanda.com/

Senin, 14 Februari 2011

Titipan Buat Wanita

[I]"Sebaik-baik wanita ialah yang tidak memandang dan tidak dipandang oleh lelaki"[/I]

Aku tidak ingin dipandang cantik oleh lelaki. Biarlah aku hanya cantik di matamu. [B]Apa gunanya aku menjadi perhatian lelaki andai murka Allah ada di situ. [/B]

Apalah gunanya aku menjadi idaman banyak lelaki sedangkan aku hanya bisa menjadi milikmu seorang.

Aku tidak merasa bangga menjadi rebutan lelaki bahkan aku merasa terhina diperlakukan sebegitu seolah-olah aku ini barang yang bisa dimiliki sesuka hati.

Aku juga tidak mau menjadi penyebab kejatuhan seorang lelaki yang dikecewakan lantaran terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak dapat aku berikan.

Bagaimana akan kujawab di hadapan Allah kelak andai ditanya? Adakah itu sumbanganku kepada manusia selama hidup di muka bumi?

Kalau aku tidak ingin kau memandang perempuan lain, aku dululah yang perlu menundukkan pandanganku. Aku harus memperbaiki dan menghias peribadiku karena itulah yang dituntut oleh Allah.

Kalau aku ingin lelaki yang baik menjadi suamiku, aku juga perlu menjadi perempuan yang baik. Bukankah Allah telah menjanjikan perempuan yang baik itu untuk lelaki yang baik?

Tidak kunafikan sebagai remaja, aku memiliki perasaan untuk menyayangi dan disayangi. Namun setiap kali perasaan itu datang, setiap kali itulah aku mengingatkan diriku bahwa aku perlu menjaga perasaan itu karena ia semata-mata untukmu.

Allah telah memuliakan seorang lelaki yang bakal menjadi suamiku untuk menerima hati dan perasaanku yang suci. Bukan hati yang menjadi labuhan lelaki lain. Engkau berhak mendapat kasih yang tulen.

Diriku yang memang lemah ini telah diuji oleh Allah saat seorang lelaki ingin berkenalan denganku. Aku dengan tegas menolak, berbagai macam dalil aku kemukakan, tetapi dia tetap tidak berputus asa.

Aku merasa seolah-olah kehidupanku yang tenang ini telah dirampas dariku. Aku bertanya-tanya adakah aku berada di tebing kebinasaan? Aku beristigfar memohon ampunan-Nya. Aku juga berdoa agar Pemilik Segala Rasa Cinta melindungi diriku dari kejahatan.

Kehadirannya membuatku banyak memikirkan tentang dirimu. Kau kurasakan seolah-olah wujud bersamaku.

Di mana saja aku berada, akal sadarku membuat perhitungan denganmu. Aku tahu lelaki yang menggodaku itu bukan dirimu. Malah aku yakin pada gerak hatiku yang mengatakan lelaki itu bukan teman hidupku kelak.

Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang wujud di mana-mana.

Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita yang lain, dilamar lelaki yang bakal memimpinku ke arah tujuan yang satu.

Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassalam, yang mampu mendebarkan hati jutaan gadis untuk membuat aku terpikat.

Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah.

Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan dibazirkan perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak untuk membuat begitu.

Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.

Permintaanku tidak banyak. Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu pada mencari redha Illahi.

Aku akan merasa amat bernilai andai dapat menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu.

Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu.

Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku. Aku pasti berendam airmata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu kepadaku.

Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya. Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga.

[B]Seorang gadis yang membiarkan dirinya dikerumuni, didekati, diakrabi oleh lelaki yang bukan muhrimnya, cukuplah dengan itu hilang harga dirinya di hadapan Allah. Di hadapan Allah. Di hadapan Allah.[/B]

Yang dicari walau bukan putera raja, biarlah putera Agama.
Yang diimpi, biarlah tak punya rupa, asal sedap dipandang mata.
Yang dinilai, bukan sempurna sifat jasmani, asalkan sihat rohani dan hati.
Yang diharap, bukan jihad pada semangat, asal perjuangannya ada matlamat.
Yang datang, tak perlu rijal yang gemilang, kerana diri ini serikandi dengan silam yang kelam.
Yang dinanti, bukan lamaran dengan permata, cukuplah akad dan janji setia.
Dan yg akan terjadi, andai tak sama dgn kehendak hati, insyaAllah ku redha ketetapan Illahi..

Wahai wanita, ku ingatkan diriku dan dirimu, peliharalah diri dan jagalah kesucian.. semoga redha Allah akan sentiasa mengiringi dan memberkati perjalanan hidup ini.

sumber : http://www.iluvislam.com/tazkirah/nasihat/1691-titipan-buat-wanita.html

Kamis, 01 April 2010

Mengendalikan marah ala Rasulullah




Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Marah adalah sifat yang ada dalam diri setiap manusia. yang penting dalam hal marah adalah bagaimana cara kita agar bisa mengendalikannya saat rasa marah itu muncul, agar jangan sampai meledak dan merugikan diri kita dan orang lain.
Orang yang sedang marah biasanya hatinya tidak terkontrol, mulut, tangan dan kakinya bisa mengucapkan dan melakukan apa saja,dan tentunya apa yang diucapkan ataupun yang dilakukan akan jauh dari kebenaran, meskipun dia marah karena membela sesuatu yang benar. Allah lebih menyukai orang yang sabar daripada orang yang mengumbar amarah.

Berikut ini beberapa hal yang dianjurkan Ralullah shallallahu 'alaihi wa sallam ,saat marah datang mendera kita:

Membaca Ta'awudz

Dari Sulaiman bin Surod Radliyallahu'anhu : " Ada dua orang tercela di sisi nabi dan kamu sedang duduk di samping beliau. Salah satu dari keduanya mencela lawannya dengan penuh kemarahan sampai memerah wajahnya. Maka nabi bersabda " Sesungguhnya aku akan ajarkan suatu kalimat yang kalau diucapkan akan menghilang apa yang ada padanya, yaitu dia mengucapkan `Audzubillahi minasy Sayithani rajim` maka mereka berkata kepada yang marah tadi." ( HR. Bukhari dan Muslim )

Duduk

Dari Abu Dzar bahwa nabi bersabda: " Apabila salah seorang diantara kalian marah dalam keadaan berdiri duduklah, jika belum hilang maka berbaringlah" hal ini mungkin menurut pandangan saya, jika kita dalam posisi berdiri kemungkinan melakukan hal negative lebih besar, dan penguasaan diri jika kita berdiri. Maka akan lebih baik jika mengikuti nasihat nabi untuk duduk ataupun berbaring jika kita dalam keadaan marah. Insya Allah akan dapat menghilangkan amarah kita." ( HR.Ahmad dan Abu Dawud )

Diam

"Apabila diantara kalian marah maka diamlah" Nabi mengucapan tiga kali. ( HR: Ahmad )

Berwudhu

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda " sesungguhnya marah itu dari syaithan itu diciptakan dari api, dan api itu diredam dengan air maka diantara kalian marah berwudlu-lah." ( HR: Ahmad )

Wallaahu ta'ala 'alam

sumber : http://catatanummumusasyi.blogspot.com/2010_02_01_archive.html

Sabtu, 20 Maret 2010

Kemuliaan Dan Kedudukan Orang Berilmu

KEMULIAAN ILMU

1. Tiada kemuliaan seperti ilmu; dan ilmu adalah pusaka yang mulia.

2. Jika Allah Ta’ala hendak merendahkan seorang hamba, maka Dia mengharamkan terhadapnya ilmu.

3. Serendah-rendahnya ilmu adalah yang berhenti di lidah, dan yang paling tinggi adalah yang tampak di anggota-anggota badan.

4. Jika mayat seseorang telah diletakkan di dalam kuburnya, maka muncullah empat api. Lalu datanglah shalat (yang biasa dikerjakannya), maka ia memadamkan satu api. Lalu datanglah puasa, maka ia memadamkan api yang kedua. Lalu datanglah sedekah, maka ia memadamkan api yang ketiga. Lalu datanglah ilmu, maka ia memadamkan api yang keempat, seraya berkata, “Seandainya aku menjumpai api-api itu, niscaya akan aku padamkan semuanya. Oleh karena itu, bergembiralah kamu. Aku senantiasa bersamamu, dan engkau tidak akan pernah melihat kesengsaraan.”

5. Janganlah engkau membicarakan ilmu dengan orang-orang yang kurang akal, karena mereka hanya akan mendustakanmu, dan janganlah pula kepada orang-orang bodoh, karena mereka hanya akan menyusahkanmu. Akan tetapi, bicarakanlah ilmu dengan orang yang menerimanya dengan penerimaan yang baik dan yang memahaminya.

KEDUDUKAN ORANG BERILMU (ALIM)

1. Orang Alim (berilmu) adalah lampu Allah di bumi. Maka, barangsiapa yang Allah menghendaki kebaikan baginya, dia akan memperoleh cahaya (ilmu) itu.

2. Orang alim lebih utama daripada orang yang berpuasa, mengerjakan shalat malam (tahajud), dan yang berjihad di jalan Allah. Jika seorang alim meninggal dunia, maka terjadi lubang dalam Islam yang tidak tertutupi sehingga datang orang alim lain yang datang menggantikannya.

3. Orang alim adalah yang mengetahui kemampuan dirinya, sementara seseorang dikatakan bodoh jika dia tidak mengetahui kemampuan dirinya.

4. Orang alim adalah yang mengetahui bahwa apa yang diketahuinya, jika dibandingkan dengan apa yang tidak diketahuinya, sangatlah sedikit. Maka, karena itulah dia menganggap dirinya bodoh, sehingga bertambahlah kesungguhannya mencari ilmu untuk menambah apa yang diketahuinya.

5. Kesalahan yang dilakukan seorang alim seperti kapal yang karam, maka ia tenggelam dan tenggelam pula bersamanya banyak orang.

6. Ketahuilah ! Sesungguhnya hamba-hamba Allah yang memelihara ilmu-Nya, menjaga yang dijaga-Nya dan memancarkan mata-air ilmu-Nya, saling bertemu dengan kecintaan, minum bersama dengan gelas pemikiran, dan pergi dengan meninggalkan bau harum. Mereka tidak dicampuri oleh keraguan, dan tidak pula mereka bersegera dalam mengumpat. Berdasarkan hal itulah, mereka mengukuhkan pembawaan dan akhlak mereka, saling mencintai dan saling berhubungan di antara sesama mereka.

(Seri Kata-Kata Mutiara Amirul Mukminin Imam Ali Bin Abi Thalib as)

sumber : http://markaskio.wordpress.com/2007/06/10/kemuliaan-dan-kedudukan-orang-berilmu/

Menjaga Lidah

1. Lidah orang Mukmin berada dibelakang hatinya, sedangkan hati orang munafik berada di belakang lidahnya.

2. Tidaklah lurus iman seorang hamba sehingga lurus hatinya, dan tidak akan lurus hatinya sehingga lurus lidahnya.

3. Demi Allah, tidaklah aku melihat seorang hamba bertaqwa dengan taqwa yang membawa manfaat baginya sehingga dia menyimpan lidahnya.

4. Berbicaralah, niscaya kalian akan dikenal, karena sesungguhnya (kepribadian) seseorang tersembunyi di bawah lidahnya.

5. Sesungguhnya, lidahmu menuntut apa yang telah engkau biasakan padanya, dan ia cenderung tidak mematuhi pemiliknya. Karenanya lidahmu laksana binatang buas, yang jika dilepaskan, niscaya ia akan menggigitmu atau menggigit orang lain.

6. Sesungguhnya ada kalanya diam itu lebih kuat daripada jawaban. Karena jika akal telah mencapai kesempurnaan, maka akan berkuranglah pembicaraannya. Sebab, perkataan akan tetap berada dalam belenggumu selama engkau belum mengucapkannya. Tetapi jika engkau telah mengucapkan perkataan itu, maka engkaulah yang terbelenggu olehnya. Oleh karenanya, simpanlah lidahmu, sebagaimana engkau menyimpan emasmu. Adakalanya perkataan itu kenikmatan, tetapi ia membawa kepada bencana.

7. Timbanglah perkataanmu dengan perbuatanmu, dan sedikitkanlah ia dalam berbicara kecuali dalam kebaikan. Dan sebaik-baiknya perkataan seseorang adalah apa yang perbuatannya membuktikannya.

8. Apa yang terlewat darimu karena diammu lebih mudah bagimu untuk mendapatkannya daripada yang terlewat darimu karena perkataanmu.

9. Jika singkat (dalam perkataan) sudah mencukupi, maka memperbanyaknya (perkataan) menunjukan kurangnya kemampuan akal. Tetapi jika ringkas itu dirasakan kurang, maka memperbanyak (perkataan) wajib dilakukan.

10. Barangsiapa yang banyak bicaranya, maka banyak pula kesalahannya; Barangsiapa yang banyak kesalahannya, maka sedikit malunya; barangsiapa yang sedikit malunya, maka sedikit “wara” nya (kehati-hatian dalam beragama); Barangsiapa yang sedikit “wara”’- nya, maka mati hatinya; Dan barangsiapa yang mati hatinya, maka dia akan masuk neraka.

(Seri Kata-Kata Mutiara Amirul Mukminin Imam Ali Bin Abi Thalib as)


sumber : http://markaskio.wordpress.com/2007/06/10/menjaga-lidah/

Salam Dulu baru baca ^_^

Salam Dulu baru baca ^_^

Ma'an Najah

Ma'an Najah

Jazakallah khairan katsiran

Jazakallah khairan katsiran