Minggu, 21 Maret 2010

NaSehat PerNikahan

Bismillahirrahmanirrahiim …
Dengan kerendahan hati, mari kita simak pesan-pesan Al Qur’an tentang
tujuan hidup yang sebenarnya. Nasehat ini untuk semuanya. Baik untuk mereka
yang telah memiliki arah. Bagi mereka yang belum punya arah. Atau bahkan
yang tak punya arah sekalipun. Nasehat ini untuk semuanya. Semua yang ingin
mendapat dan meraih kebaikan.

Nikah itu ibadah. Nikah itu suci … ingat itu. Memang nikah itu bisa karena
harta, bisa karena keturunan, bisa karena kecantikan, ketampanan, dan bisa karena agama.

Jangan engkau jadikan harta, kecantikan, dan keturunan sebagai alasan karena itu akan
menyebabkan celaka.

Jadikan agama sebagai alasan. Engkau akan mendapatkan kebahagiaan.

Tak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena cinta. Namun,
jika cinta engkau jadikan satu-satunya landasan, maka keluargamu akan
rapuh. Mudah terombang-ambing dan hancur kemudian. Jadikanlah Allah sebagai
landasan. Niscaya kau akan selamat. Tidak saja di dunia,
tapi juga di akhirat. Jadikan ridho Allah sebagai tujuan. Niscaya mawaddah,
sakinah dan rahmah akan
tercapai. Insyaallah …….

Untuk suami yang sholih …

Jangan kau menginginkan menjadi raja dalam istanamu. Disambut isteri ketika datang dan dilayani segala kebutuhan. Jika ini kaulakukan, istanamu tidak akan langgeng. Lihatlah manusia teragung sepanjang sejarah, Muhammad SAW tidak marah ketika harus tidur di luar beralaskan sorban, karena sang isteri tidak mendengar kedatangan beliau. Tetap tersenyum, meski tak tersedia makanan di hadapan, ketika lapar. Menjahit bajunya yang robek………..

Jangan engkau terlalu cinta pada isterimu. Jangan engkau terlalu menuruti isterimu.

Jika itu engkau lakukan, akan celaka. Engkau tidak akan dapat melihat hitam dan putih,
tidak akan dapat melihat benar dan salah. Lihatlah bagaimana Allah menegur Nabimu ketika mengharamkan apa yang telah Allah halalkan hanya karena menuruti kemauan isteri. Tegaslah terhadap isterimu. Dengan cintamu ajaklah ia tata kepada Allah. Jangan biarkan ia dengan kehendaknya. Lihatlah isteri Nuh dan Luth. Di bawah bimbingan manusia pilihan, justru mereka menjadi penentang. Isterimu bisa menjadi musuhmu. Didiklah isterimu.

Jadikanlah ia sebagai Hajar, wanita utama yang setia terhadap tugas suami, Ibrahim. Jadikan ia sebagai Maryam. Wanita utama yang bisa menjaga kehormatannya. Jadikan ia sebagai Khadijah, wanita utama yang bisa mendampingi tugas suami, Muhammad SAW menerima tugas risalah.

Isterimu adalah tanggung jawabmu. Jangan larang mereka untuk taat kepada Allah.Biarkan ia giat berdakwah kepada kaumnya untuk menyegerakan tegaknya kembali kalimah-Nya. Biarkan ia menjadi wanita yang sholehah yang senantiasa mengokohkan dakwahmu dan dakwahnya.Tegur ia tatkala ia lalai dalam melaksanakan amanahnya. Biarkan ia menjadi
Hajar, Maryam atau bahkan Khodijah. Sungguh jangan kau belenggu dengan egomu
.

Untuk isteri yang sholihah ……….

Jika engkau menjadi isteri, jangan engkau menginginkan menjadi ratu dalam
istanamu. Disayang, dimanja dan dilayani oleh suamimu. Terpenuhi apa yang
menjadi keinginanmu. Jika itu engkau lakukan, istanamu akan menjadi neraka
bagimu. Jangan engkau paksa suamimu menurutimu. Jangan engkau paksa suamimu
untuk melanggar perintah Allah dan Rasul-Nya. Siapkan dirimu untuk menjadi
Hajar, yang setia terhadap tugas suami. Siapkan dirimu untuk menjadi
Maryam, yang bisa senantiasa menjaga kehormatannya.


Siapkan dirimu untuk menjadi Khadijah, yang bisa mendampingi suami tercinta
mejalankan misi dakwahnya. Jangan kau usik suamimu dengan rengekanmu.
Jangan kau usik suamimu dengan tangismu. Jika itu kau salah gunakan,
kecintaannya padamu yang begitu besar akan memaksanya menjadi pendurhaka.
Jangan ………..

Untuk calon Bapak …..

Jika kau menjadi bapak, jadilah bapak yang bijaksana layaknya Lukmanul
Hakim. Jadilah Bapak yang tegas seperti Ibrahim. Jadilah Bapak yang
dipenuhi kasih dan sayang seperti Muhammad SAW
. Ajaklah anakmu mengenal Allah. Ajaklah anak dan istrimu untuk senantiasa taat pada Allah. Jadikan ia sebagai Yusuf yang berbakti. Jadikan ia setaat Ismail.

Mohonlah kepada Allah. Mintalah kepada Allah agar mereka menjadi anak yang
sholih dan senantiasa menjadi pejuang Islam.

Untuk calon Ibu ……….

Jika kau menjadi ibu, jadilah kau ibu yang bijak, ibu yang teduh, yang bisa
memberi keteduhan pada suami dan anak-ana
kmu. Bimbinglah anakmu dengan
kasih sayangmu. Jadikan mereka mujahid. Jadikan mereka tentara-tentara
Allah. Jangankan biarkan mereka larut dalam kemanjaan dan malas-malasan.
Siapkan mereka menjadi anak yang shalih. Hamba yang shalih. Yang siap menegakkan
risalah Islam.

Pernikahan laksana ajal, tak peduli siap Atau tidak, pada waktu yang
telah ditentukan dia Akan datang menjemput seseorang untuk berpindah ke
alam lain. Maka beruntunglah bagi siapa yang mempersiapkan diri.

Untuk Suami Renungkanlah …

Pernikahan menyingkap tabir rahasia... Isteri yang kamu nikahi tidak semulia Khadijah, tidak setaqwa Aisyah, pun tidak setbah Fatimah. Justru isterimu hanyalah wanita akhir zaman yang punya cita-cita menjadi solehah …

Pernikahan menyadarkan akan kewajiban bersama. Isterimu menjadi tanah, kamu langit penaungnya. Isteri ladang tanaman, kamu pemagarnya. Isteri ibarat ternak, kamu penggembalanya.
isteri adalah murid, kamu mursyidnya. Isteri bagaikan anak kecil,Kamu tempat bermanja dan berkeluhkesah ia. Dan ketika isteri menjadi racun,kamulah penawar bisanya. Seandainya isteri tulang yang bengkok maka berhati-hatilah meluruskannya … Pernikahan menginsyafkan kita perlunya keimanan dan ketaqwaan. Untuk belajar meniti ridho Allah SWT. Karena memiliki isteri yang tak sehebat mana, justru kamu akan tersentak dari alpa. Kamu bukanlah Rasulullah SAW, pun bukan Sayyidina Ali Karramallahuwajhah. Cuma suami akhir zaman yang mencoba untuk menjadi suami sholeh. Amiin ………

Untuk Isteri Renungkanlah …

Pernikahan menyingkap tabir rahasia. Suami yang menikahimu tidaklah semulia Muhammad SAW, tidak setaqwa Ibrahim, pun tidak setabah Ayub. Apalagi setampan Yusuf. Justru suamimu hanyalah lelaki akhir zaman yang punya cita-cita membangun keturunan yang sholeh …

Pernikahan menyadarkan akan kewajiban bersama. Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya. Suami adalah nahkoda kapal, dan kamu pengemudinya. Saat suami seorang raja, kamu dapat merasakan anggur singgasananya. Dan ketika suami menjadi racun, kamulah penawar bisanya. Sungguh , tatkala suami sebagai inti jantung keluarga, maka anti-lah rusuk pelindungnya. Seandainya suami bengis lagi lancang,maka berhati-hatilah meluruskannya …

Pernikahan menginsyafkan kita perlunya keimanan dan ketaqwaan. Untuk belajar meniti ridho Allah SWT. Karena memiliki suami yang tak sehebat mana, justru kamu akan tersentak dari alpa. Kamu bukanlah Khadijah yang sempurna dalam menjaga, pun bukan Hajar yang setia dalam sengsara. Cuma wanita akhir zaman yang mencoba untuk menjadi istri salehah. Amiin ………

“Semoga Allah Mengumpulkan Yang Berserakan Dari Keduanya, Memberkati
Mereka Berdua Dan Kiranya Allah Meningkatkan Kualitas Keturunan Mereka,
Menjadikan Pembuka Pintu Rahmat, Sumber Ilmu Dan Nikmat Serta Rasa Aman
Bagi Umat “ (Doa Rasulullah Saat Pernikahan Putrinya Fatimah Dengan Ali Bin Abi Thalib)

sumber : http://deeiko.multiply.com/journal/item/4

Sabtu, 20 Maret 2010

Jilbabmu


Jangan kau hempas tabir itu…
Itu bukan sekedar tabir sayang…
Tapi itu adalah surga dari kesucianmu.
Karena dibalik itulah wajahmu terpancar cahaya..
Yang akan selalu mempesonakan setiap jiwa..
Jangan kau nodai tabir itu sayang…
Jagalah ia..karena ia akan menjagamu kelak.

I Can't Smile Without You

You know I can't smile without you
I can't smile without you
I can't laugh and I can't sing
I'm finding it hard to do anything
You see I feel sadwhen you're sad
I feel glad when you're glad
If you only knew what I'm going through
I just can't smile without you

You came along just like a song
And brightened my day
Who would have believed that you were part of a dream
Now it all seems light years away

And now you know I can't smile without you
I can't smile without you
I can't laugh and I can't sing
I'm finding it hard to do anything
You see I feel sad when you're sad
I feel glad when you're glad
If you only knew what I'm going through
I just can't smile

Now some people say happiness takes so very long to find
Well, I'm finding it hard leaving your love behind me

And you see I can't smile without you
I can't smile without you
I can't laugh and I can't sing
I'm finding it hard to do anything
You see I feel glad when you're glad
I feel sad when you're sad
If you only knew what I'm going through
I just can't smile without you...

Kemuliaan Dan Kedudukan Orang Berilmu

KEMULIAAN ILMU

1. Tiada kemuliaan seperti ilmu; dan ilmu adalah pusaka yang mulia.

2. Jika Allah Ta’ala hendak merendahkan seorang hamba, maka Dia mengharamkan terhadapnya ilmu.

3. Serendah-rendahnya ilmu adalah yang berhenti di lidah, dan yang paling tinggi adalah yang tampak di anggota-anggota badan.

4. Jika mayat seseorang telah diletakkan di dalam kuburnya, maka muncullah empat api. Lalu datanglah shalat (yang biasa dikerjakannya), maka ia memadamkan satu api. Lalu datanglah puasa, maka ia memadamkan api yang kedua. Lalu datanglah sedekah, maka ia memadamkan api yang ketiga. Lalu datanglah ilmu, maka ia memadamkan api yang keempat, seraya berkata, “Seandainya aku menjumpai api-api itu, niscaya akan aku padamkan semuanya. Oleh karena itu, bergembiralah kamu. Aku senantiasa bersamamu, dan engkau tidak akan pernah melihat kesengsaraan.”

5. Janganlah engkau membicarakan ilmu dengan orang-orang yang kurang akal, karena mereka hanya akan mendustakanmu, dan janganlah pula kepada orang-orang bodoh, karena mereka hanya akan menyusahkanmu. Akan tetapi, bicarakanlah ilmu dengan orang yang menerimanya dengan penerimaan yang baik dan yang memahaminya.

KEDUDUKAN ORANG BERILMU (ALIM)

1. Orang Alim (berilmu) adalah lampu Allah di bumi. Maka, barangsiapa yang Allah menghendaki kebaikan baginya, dia akan memperoleh cahaya (ilmu) itu.

2. Orang alim lebih utama daripada orang yang berpuasa, mengerjakan shalat malam (tahajud), dan yang berjihad di jalan Allah. Jika seorang alim meninggal dunia, maka terjadi lubang dalam Islam yang tidak tertutupi sehingga datang orang alim lain yang datang menggantikannya.

3. Orang alim adalah yang mengetahui kemampuan dirinya, sementara seseorang dikatakan bodoh jika dia tidak mengetahui kemampuan dirinya.

4. Orang alim adalah yang mengetahui bahwa apa yang diketahuinya, jika dibandingkan dengan apa yang tidak diketahuinya, sangatlah sedikit. Maka, karena itulah dia menganggap dirinya bodoh, sehingga bertambahlah kesungguhannya mencari ilmu untuk menambah apa yang diketahuinya.

5. Kesalahan yang dilakukan seorang alim seperti kapal yang karam, maka ia tenggelam dan tenggelam pula bersamanya banyak orang.

6. Ketahuilah ! Sesungguhnya hamba-hamba Allah yang memelihara ilmu-Nya, menjaga yang dijaga-Nya dan memancarkan mata-air ilmu-Nya, saling bertemu dengan kecintaan, minum bersama dengan gelas pemikiran, dan pergi dengan meninggalkan bau harum. Mereka tidak dicampuri oleh keraguan, dan tidak pula mereka bersegera dalam mengumpat. Berdasarkan hal itulah, mereka mengukuhkan pembawaan dan akhlak mereka, saling mencintai dan saling berhubungan di antara sesama mereka.

(Seri Kata-Kata Mutiara Amirul Mukminin Imam Ali Bin Abi Thalib as)

sumber : http://markaskio.wordpress.com/2007/06/10/kemuliaan-dan-kedudukan-orang-berilmu/

Menjaga Lidah

1. Lidah orang Mukmin berada dibelakang hatinya, sedangkan hati orang munafik berada di belakang lidahnya.

2. Tidaklah lurus iman seorang hamba sehingga lurus hatinya, dan tidak akan lurus hatinya sehingga lurus lidahnya.

3. Demi Allah, tidaklah aku melihat seorang hamba bertaqwa dengan taqwa yang membawa manfaat baginya sehingga dia menyimpan lidahnya.

4. Berbicaralah, niscaya kalian akan dikenal, karena sesungguhnya (kepribadian) seseorang tersembunyi di bawah lidahnya.

5. Sesungguhnya, lidahmu menuntut apa yang telah engkau biasakan padanya, dan ia cenderung tidak mematuhi pemiliknya. Karenanya lidahmu laksana binatang buas, yang jika dilepaskan, niscaya ia akan menggigitmu atau menggigit orang lain.

6. Sesungguhnya ada kalanya diam itu lebih kuat daripada jawaban. Karena jika akal telah mencapai kesempurnaan, maka akan berkuranglah pembicaraannya. Sebab, perkataan akan tetap berada dalam belenggumu selama engkau belum mengucapkannya. Tetapi jika engkau telah mengucapkan perkataan itu, maka engkaulah yang terbelenggu olehnya. Oleh karenanya, simpanlah lidahmu, sebagaimana engkau menyimpan emasmu. Adakalanya perkataan itu kenikmatan, tetapi ia membawa kepada bencana.

7. Timbanglah perkataanmu dengan perbuatanmu, dan sedikitkanlah ia dalam berbicara kecuali dalam kebaikan. Dan sebaik-baiknya perkataan seseorang adalah apa yang perbuatannya membuktikannya.

8. Apa yang terlewat darimu karena diammu lebih mudah bagimu untuk mendapatkannya daripada yang terlewat darimu karena perkataanmu.

9. Jika singkat (dalam perkataan) sudah mencukupi, maka memperbanyaknya (perkataan) menunjukan kurangnya kemampuan akal. Tetapi jika ringkas itu dirasakan kurang, maka memperbanyak (perkataan) wajib dilakukan.

10. Barangsiapa yang banyak bicaranya, maka banyak pula kesalahannya; Barangsiapa yang banyak kesalahannya, maka sedikit malunya; barangsiapa yang sedikit malunya, maka sedikit “wara” nya (kehati-hatian dalam beragama); Barangsiapa yang sedikit “wara”’- nya, maka mati hatinya; Dan barangsiapa yang mati hatinya, maka dia akan masuk neraka.

(Seri Kata-Kata Mutiara Amirul Mukminin Imam Ali Bin Abi Thalib as)


sumber : http://markaskio.wordpress.com/2007/06/10/menjaga-lidah/

Jumat, 19 Maret 2010

PROGRAM PUSKESMAS

A. Program Pokok Puskesmas :

Program wajib yang telah standar dilakukan sesuai pengamatan dan pengalaman penulis, antara lain:

1. Promosi Kesehatan (Promkes)

  • Penyuluhan Kesehatan Masyarakat
  • Sosialisasi Program Kesehatan
  • Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas)

2. Pencegahan Penyakit Menular (P2M) :

  • Surveilens Epidemiologi
  • Pelacakan Kasus : TBC, Kusta, DBD, Malaria, Flu Burung, ISPA, Diare, IMS (Infeksi Menular Seksual), Rabies

3. Program Pengobatan :

  • Rawat Jalan Poli Umum
  • Rawat Jalan Poli Gigi
  • Unit Rawat Inap : Keperawatan, Kebidanan
  • Unit Gawat Darurat (UGD)
  • Puskesmas Keliling (Puskel)

4. Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)

  • ANC (Antenatal Care) , PNC (Post Natal Care), KB (Keluarga Berencana),
  • Persalinan, Rujukan Bumil Resti, Kemitraan Dukun

5. Upaya Peningkatan Gizi

  • Penimbangan, Pelacakan Gizi Buruk, Penyuluhan Gizi

6. Kesehatan Lingkungan :

  • Pengawasan SPAL (saluran pembuangan air limbah), SAMI-JAGA (sumber air minum-jamban keluarga), TTU (tempat-tempat umum), Institusi pemerintah
  • Survey Jentik Nyamuk

7. Pencatatan dan Pelaporan :

  • Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP)

B. Program Tambahan/Penunjang Puskesmas :

Program penunjang ini biasanya dilaksanakan sebagai kegiatan tambahan, sesuai kemampuan sumber daya manusia dan material puskesmas dalam melakukan pelayanan

1. Kesehatan Mata : pelacakan kasus, rujukan

2. Kesehatan Jiwa : pendataan kasus, rujukan kasus

3. Kesehatan Lansia (Lanjut Usia) : pemeriksaan, penjaringan

4. Kesehatan Reproduksi Remaja : penyuluhan, konseling

5. Kesehatan Sekolah : pembinaan sekolah sehat, pelatihan dokter kecil

6. Kesehatan Olahraga : senam kesegaran jasmani

(Disadur dan dirangkum kembali dari berbagai sumber pelayanan )

sumber : http://www.puskel.com/pelayanan/program-puskesmas/

MANAJEMEN PusKesMas

Prinsip manajemen meliputi merencanakan, mengatur, menggerakkan dan menilai seluruh hasil pelaksanaan kegiatan pelayanan khususnya di Puskesmas.

Tiga Prinsip (3P) tersebut kami uraikan kembali dalam pola pengalaman pelayanan pengabdian selama bertugas keliling Puskesmas.

1. PERENCANAAN : P1

  • Rencana Usulan Kegiatan (R.U.K) :
  • RUK sama dengan plan of action (POA) atau rencana kerja yang biasanya disusun menjelang pergantian tahun anggaran kegiatan baru
  • Rencana Kerja dan Anggaran (RKA):
  • RKA, merupakann pengembangan dari RUK setelah ada perbaikan tata cara pembuatan anggaran kegiatan dalam setiap unit Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
  • Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) :
  • Setelah disusun rencana kegiatan itu kemudian dibuatkan strategi pelaksanaan secara terpadu
  • Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) :
  • DPA merupakan kelanjutan dari RKA yang telah disetujui sebagai pedoman pelaksanaan penggunaan anggaran kegiatan

2. PENGATURAN : P2

  • Penggerakan : Mini Lokakarya Lintas Program
  • Mini Lokakarya (MinLok) ini dilaksanakan puskesmas setiap sebulan sekali, untuk mengevaluasi hasil kegiatan pelayanan
  • Pelaksanaan : Mini Lokakarya Linta Sektoral
  • Minlok ini dilaksanakan puskesmas setiap tiga bulan sekali dengan melibatkan instansi terkait seperti dinkes, diknas, kecamatan, kelurahan, dan lainnya, sesuai porsi kegiatan puskesmas.

3. PENILAIAN : P3

  • Pengawasan : Monitoring
  • Kegiatan pelayanan harus terus diawasi pelaksanaannya agar mencapai target yang telah ditetapkan
  • Pengendalian : Controlling
  • Pelayanan yang sudah optimal tetap perlu dikendalikan arahnya agar tidak menyimpang dari tujuan kegitan
  • Penilaian : Evaluation
  • Setiap hasil kegiatan harus dievaluasi sebagai bentuk pertanggungjawaban institusi terhadap publik dan pemerintah daerah.

(Diolah dan disusun ringkas kembali dari berbagai sumber referensi)

sumber : http://www.puskel.com/pengertian/manajemen-puskesmas/

Salam Dulu baru baca ^_^

Salam Dulu baru baca ^_^

Ma'an Najah

Ma'an Najah

Jazakallah khairan katsiran

Jazakallah khairan katsiran