Sabtu, 30 Oktober 2010

Manfaat dan kandungan air kelapa untuk kesehatan

7 Alasan Perlu Minum Air Kelapa - infopenting.com Pictures, Images and Photos

Air kelapa merupakan air alamiah yang steril dan mengandung kadar kalium, khlor, serta klorin yang tinggi. Dalam industri makanan, air kelapa dijadikan sebagai bahan bake dalam pembuatan kecap dan nata de coco. Sementara dalam keadaan segar, air kelapa muda merupakan minuman yang menyegarkan.

Sebenarnya, air kelapa telah lama dikenal sebagai sumber zat tumbuh, yaitu sitokinin. Selain itu, air kelapa juga mengandung protein, lemak, mineral, karbohidrat, dan berbagai vitamin (C dan B kompleks) yang dari air kelapa yang bermanfaat bagi kesehatan dan kecantikan adalah sebagai berikut:

1. Air kelapa berkhasiat sebagai diuretik, yaitu untuk memperlancar pengeluaran air seni.
2. Air kelapa muda dicampur dengan sedikit sari jeruk sitrun bermanfaat untuk mengatasi dehidrasi, juga untuk memerangi gangguan cacing dalam perut anak-anak kecil.
3. Susu yang dicampur dengan air kelapa muda amat baik untuk makanan anak. Campuran air kelapa muda tersebut mempunyai khasiat untuk mencegah penggumpalan susu dalam perut, muntah, sembelit, dan sakit pencernaan.
4. Air kelapa muda dapat membantu mengatasi pengaruh racun obat sulfa dan anti-biotika lain, sehingga menjadikan obat-obat tersebut lebih cepat diserap darah.
5. Air kelapa dapat menyembuhkan atau melenyapkan jerawat, noda-noda hitam, kerut-merut wajah yang datang lebih dini, kulit mengering, dan wajah menjadi nampak berseri. Penggunaan dilakukan dengan membasuhkannya pada muka secara kontinu tiap hari.
6. Air kelapa dicampur sedikit madu merupakan tonikum yang murah, tetapi berkhasiat. Ramuan ini merangsang pusat-pusat seksual tubuh dan meniadakan akibat buruk gairah seks yang berlebih.
7. Air kelapa juga baik sebagai obat brokhitis kronis, sembelit, dan wasir.
8. Air kelapa dapat menyembuhkan jerawat. Adapun cara pembuatan ramuannya adalah sebagai berikut: 25 g pasta kunyit dicampur dengan segelas air kelapa dan dibiarkan sernalam, kemudian ditambah dengan 3 sendok teh bubuk cendana merah. Adukaduklah semua bahan tersebut sampai rata, kemudian disisihkan (disimpan) lagi tanpa terganggu selama 3 hari. Ramuan tersebut kemudian disaring dengan tiga lapis kain kasa, disimpan dalam botol, dan digunakan dengan cara dioleskan pada muka dua kali sehari hingga jerawat hilang.
9. Air kelapa berkhasiat sebagai obat luka, gatalgatal, telapak kaki pecah, dan eksim. Adapun cara pembuatan ramuannya adalah sebagai berikut: segenggam beras direndam dalam air kelapa muda bersama tempurungnya sampai beras terasa asam karena peragian, kemudian beras digiling hingga menjadi tepung (bubur halus). Tepung beras tersebut dioleskan setiap hari selama 3 — 4 hari pada bagian tubuh yang sakit.
10. Air kelapa muda dicampur dengan sej umput bubuk kunyit dan air kapur sirih dalam ukuran yang sama, merupakan obat luka bakar dan menghilangkan rasa panas pada telapak kaki dan telapak tangan.
11. Air kelapa muda hijau yang dicampur dengan air jeruk nipis dan diminum secara teratur, berkhasiat sebagai obat penyakit demam berdarah.
12. Air kelapa muda yang diembunkan semalam dan pagi harinya diminum secara rutin setiap harinya dapat membuat suara menjadi lembut dan merdu.
13. Air kelapa hijau yang dicampur dengan 1 sendok teh garam dan digunakan untuk cuci rambut, berkhasiat mencegah tumbuhnya uban.

Daftar Pustaka
TTG.Aneka Olahan Kelapa Oleh Ir. H. Rahmat Rukmana, MBA., M.Sc.

Pengertian Persalinan

tuxbayi Pictures, Images and Photos

Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin atau uri) yang telah cukup bulan atau hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain, dengan bantuan atau tanpa bantuan (Manuaba, 1998).

Bentuk Persalinan

Bentuk persalinan berdasarkan definisi adalah sebagai berikut (Manuaba, 1998) :

1.Persalinan spontan, bila persalinan seluruhnya berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri.

2.Persalinan buatan, bila proses persalinan dengan bantuan tenaga dari luar.

3.Persalinan anjuran, bila kekuatan yang diperlukan untuk persalinan ditimbulkan dari luar dengan jalan rangsangan.

Gambaran Perjalanan Persalinan

1. Tanda persalinan sudah dekat

a. Terjadi lightening.

b. Terjadi his permulaan (palsu).

2. Tanda persalinan

a. Terjadinya his persalinan.

b. Pengeluaran lendir dan darah (pembawa tanda).

c. Pengeluaran cairan (ketuban pecah).

3. Pembagian Waktu persalinan

a.Kala I : sampai pembukaan lengkap.

b. Kala II : pengeluaran janin (lahirnya bayi).

c. Kala III : pengeluaran uri (lahirnya plasenta).

d. Kala IV : observasi 2 jam (perdarahan postpartum).

Persalinan Kala 1

Persalinan kala I adalah kala pembukaan yang berlangsung antara pembukaan nol sampai pembukaan lengkap. Pada permulaan his, kla pembukaan berlangsung tidak begitu kuat sehingga parturien masih dapat berjalan-jalan. Lamanya kala I untuk primigravida berlangsung 12 jam sedangkan multigravida sekitar 8 jam. Berdasarkan kurve Friedmen, diperhitungkan pembukaan primigravida 1 cm/jam dan pembukaan multigravida 2 cm/jam. Dengan perhitungan tersebut maka waktu pembukaan lengkap dapat diperkirakan (Manuaba, 1998).

Tanda-tanda persalinan kala I menurut Mochtar (2002) adalah

a. Rasa sakit adanya his yang datang lebih kuat, sering dan teratur.

b. Keluar lendir bercampur darah (show) yang lebih banyak karena robekan kecil pada servik.

c. Terkadang ketuban pecah dengan sendirinya.

d. Servik mulai membuka (dilatasi) dan mendatar (effacement)

Fase-fase persalinan kala I adalah sebagai berikut (Depkes RI, 2002) :

a. Fase laten (Asuhan persalinan dasar : 2002) Fase laten (Asuhan persalinan dasar : 2002).

1) Dimulai sejak awal kontraksi yang menyebabkan penipisan dan pembukaan servik secara kurang dari 4 cm.

2) Biasanya berlangsung di bawah hingga 8 jam.

b. Fase aktif

1) Frekuensi dan lama kontraksi uterus umumnya meningkat (kontraksi dianggap adekuat / memadai jika terjadi tiga kali atau lebih dalam waktu 10 menit dan berlangsung selama 40 detik atau lebih).

2) Servik membuka dari 4 ke 10 cm biasanya dengan kecepatan 1 cm atau lebih per jam hingga pembukaan lengkap (10 cm).

3) Terjadi penurunan bagian terbawah janin.

4)Dibagi dalam 3 fase : (Hanif Wiknjosastro : 1998).

a).Fase akselerasi. Dalam waktu 2 jam pembukaan 3 cm menjadi 4 cm.

b). Fase dilatasi maksimal. Dalam waktu 2 jam pembukaan berlangsung sangat cepat, dari 4 cm menjadi 9 cm.

c.Fase deselerasi : pembukaan menjadi lambat kembali dalam waktu 2 jam pembukaan dari 9 cm menjadi lengkap..

1)Dimulai sejak awal kontraksi yang menyebabkan penipisan dan pembukaan servik secara kurang dari 4 cm.

2)Biasanya berlangsung di bawah hingga 8 jam.

d. Fase aktif (Asuhan persalinan dasar : 2002)

1) Frekuensi dan lama kontraksi uterus umumnya meningkat (kontraksi dianggap adekuat / memadai jika terjadi tiga kali atau lebih dalam waktu 10 menit dan berlangsung selama 40 detik atau lebih).

2)Servik membuka dari 4 ke 10 cm biasanya dengan kecepatan 1 cm atau lebih per jam hingga pembukaan lengkap (10 cm).

3) Terjadi penurunan bagian terbawah janin.

4) Terjadi dalam 3 fase : (Hanif Wiknjosastro : 1998).

a).Fase akselerasi. Dalam waktu 2 jam pembukaan 3 cm menjadi 4 cm.

b). Fase dilatasi maksimal. Dalam waktu 2 jam pembukaan berlangsung sangat cepat, dari 4 cm menjadi 9 cm.

c). Fase deselerasi : pembukaan menjadi lambat kembali dalam waktu 2 jam pembukaan dari 9 cm menjadi lengkap.

Penatalaksanaan Persalinan Kala 1

1. Menyiapkan Kelahiran

1) Menyiapkan ruangan untuk persalinan dan kelahiran bayi

Dimanapun persalinan dan kelahiran bayi terjadi, diperlukan hal sebagai berikut :

a) Ruangan yang hangat dan bersih, memiliki sirkulasi udara yang baik dan terlindung dari tiupan angin.

b) Sumber air bersih yang mengalir untuk cuci tangan dan mandi ibu sebelum dan sesudah melahirkan.

c) Air desinfesi tingkat tinggi (air yang didihkan dan didinginkan) untuk membersihkan vulva dan perineum sebelum periksa dalam selama persalinan dan membersihkan perineum ibu setelah bayi lahir.

d) Air bersih dalam jumlah yang cukup, klorin, deterjen, kain pembersih, kain pel dan sarung tangan karet untuk membersihkan ruangan, lantai, perabotan, dekontaminasi dan proses peralatan.

e) Kamar mandi yang bersih untuk kebersihan pribadi ibu dan penolong persalinan.

f) Tempat yang lapang untuk ibu berjalan-jalan selama persalinan, melahirkan bayi dan memberikan asuhan bagi ibu dan bayinya setelah persalinan.

g) Penerangan yang cukup baik disiang maupun di malam hari.

h) Tempat tidur yang bersih untuk ibu.

i) Tempat yang bersih untuk memberikan asuhan bayi baru lahir.

j) Meja yang bersih atau tempat tertentu untuk menaruh peralatan persalinan.

2) Menyiapkan perlengkapan, bahan dan obat yang dibutuhkan.

Daftar perlengkapan, bahan dan obat yang dibutuhkan untuk asuhan dasar persalinan dan kelahiran bayi adalah sebagai berikut :

a) Partus set yang terdiri dari dua klem kelly atau dua klem kocher, gunting tali pusat, benang tali pusat atau klem plastik, kateter nelaton, gunting episotomi, alat pemecah selaput ketuban atau klem ½ kocher, dusa pasang sarung tangan DTT steril, kasa atau kain kecil, gulungan kapas basah menggunakan air DTT, tabung suntik 2 ½ atau 3 ml dengan larutan IM sekali pakai, kateter penghisap de lee (penghisap lendir) atau bola karet yang baru dan bersih, empat kain bersih, tiga handuk atau kain untuk mengeringkan dan menyelimuti bayi.

b) Bahan terdiri dari partograf (halaman depan dan belakang), catatan kemajuan persalinan atau KMS ibu hamil, kertas kosong atau formulir rujukan, pena, termometer, pita pengukur, pinnards, fetoskop, doppler, jam yang mempunyai jarum detik, stetoskop, tensimeter, sarung tangan pemeriksaan bersih (lima pasang), sarung tangan DTT atau steril (lima pasang) larutan klorin atau klorin serbuk, perlengkapan pelindung pribadi, sabun cuci tangan, deterjen, sikat kuku dan gunting kuku, celemek plastik dan gaun oenutup, lembar plastik untuk alas tempat tidur saat persalinan, kantong plastik, sumber air bersih yg mengalir, wadah untuk larutan klorin, wadah untuk air DTT.

c) Peralatan resusitasi bayi baru lahir yang terdiri dari balon resusitasi dan sungkup nomor 0 & 1, lampu sorot 60 watt.

d) Obat dan perlengkapan untuk asuhan rutin dan penatalaksanaan/penanganan penyulit yang terdiri dari 8 ampul oksitosin 1 ml 10 U (atau 4 ampul oksitosin 2 ml 10 U/ml), 20 ml Lidokain 1% tanpa epinefrin atau 10 Lidoksin 2% tanpa epinefrin dan air steril atau cairan garam fisiologis (NS) untuk pengenceran, tiga botol ringer laktat atau cairan garam fisiologis (NS) 500 ml, selang infus, dua kanula IV nomor 16 – 18 G, dua ampul metil ergometrin maleat, dua vial larutan magnesium sulfat 40% (25gr), enam tabung suntik (2 ½ – 3 ml) sekali pakai dengan jarum IM, 2 tabung suntik 5 ml steril sekali pakai dengan jarum IM, satu 10 ml tabung suntik steril sekali pakai dengan jarum IM ukuran 22 panjang 4 cm atau lebih, 10 kapsul/kaplet amoksilin/ampisilin 500 mg atau amoksilin/ampisilin IV 2 g.

e) Set jahit yang terdiri dari 1 tabung suntik 10 ml steril sekali pakai dengan jarum IM ukuran 22 panjang 4 cm atau lebih, pinset, pegangan jarum, 2-3 jarum jahir tajam ukuran 9 – 11, benang chromic sekali pakai ukuran 2.0 dan 3.0, satu pasang sarung tangan DTT atau steril, satu kain bersih.

3) Menyiapkan Rujukan

Menkaji ulang rencana rujukan bersama ibu dan keluarganya. Jika perlu dirujuk disiapkan dan disertakan dokumentasi tertulis semua asuhan dan perawatan dan hasil penilaian yang telah dilakukan untuk dibawa ke fasilitas rujukan.

4) Memberikan Asuhan Sayang Ibu

Asuhan sayang ibu selama persalinan termasuk, memberikan dukungan emosional, membantu pengaturan posisi, memberikan cairan dan nutrisi, keleluasaan ke kamar mandi secara teratur, pencegahan infeksi.

2. Pemeriksaan Fisik

Tujuan pemeriksaan fisik adalah untuk menilai kesehatan dan kenyamanan fisik ibu dan bayinya. Langkah yang dilakukan sebelum pemeriksaan fisik terdiri dari mencuci tangan sebelum pemeriksaan, bersikap lemah lembut dan sopan serta menentramkan, meminta ibu untuk mengosongkan kandung kemih, menilai kesehatan ibu secara umum, menilai tanda-tanda vital ibu.

Pemeriksaan yang harus dilakukan meliputi :

1) Pemeriksaan abdomen bertujuan untuk menentukan tinggi fundus, memantau kontraksi uterus, memantau denyut jantung janin, menentukan presentasi dan menentukan penurunan bagian terbawah janin.

Gambar 1 Menentukan tinggi fundus

Gambar 2 Kepala sudah turun 2/5

Gambar 3 Kepala masih diatas pintu atas panggul = 5/5

Gambar 4 Kepala masih dapat diraba dengan 2 jari diatas pintu atas panggul

Gambar 5 Kepala masih dapat diraba dengan 5 jari diatas pintu atas panggul

Pemeriksaan dalam yang dilakukan dengan langkah, menutupi badan ibu, minta ibu berbaring terlentang, menggunakan sarung tangan DTT atau steril, menggunakan kas gulung atau kapas dicelupkan air DTT atau anti septik, memeriksa genitalia eksterna, menilai cairan vagina, memiisahkan labia dg jari manis, menilai vagina, menilai pembukaan & penipisan serviks, memastikan plasenta dan bagian2 kecil tdk teraba, menilai penurunan janin, jika kepala dapat dipalpasi menilai apakah kepala janin sesuai dengan jalan lahir, jika pemeriksaan sudah lengkap keluarkan jari pemeriksa dengan hati-hatin, cuci kedua tangan dan segera keringkan, membantu ibu mengambil posisi yg nyaman dan menjelaskan hasil pemeriksaan ke ibu & keluarga.

http://creasoft.wordpress.com/2008/04/20/persalinan-kala-i/

Pengertian dan tujuan asuhan masa nifas

Tanda-tanda Akan Melahirkan - www.infopenting.com | Majalah Online Indonesia Pictures, Images and Photos

Ada beberapa pengertian masa nifas, antara lain:
1. Masa nifas dimulai beberapa jam sesudah lahirnya plasenta sampai dengan 6 minggu berikutnya (JHPEIGO, 2002).
2. Masa nifas tidak kurang dari 10 hari dan tidak lebih dari 8 hari setelah akhir persalinan, dengan pemantauan bidan sesuai kebutuhan ibu dan bayi (Bennet dan Brown, 1999).

Dalam bahasa Latin, waktu tertentu setelah melahirkan anak ini disebut puerpenthy, yaitu dari kata puer yang artinya bayi dan parous melahirkan. Puerperium berarti masa setelah melahirkan bayi.

Masa nifas (puerperium) adalah masa pun kembali, mulai dari persalinan selesai hingga alat-alat kandungan kembali seperti prahamil. Lama masa nifas ini, yaitu 6-8 minggu. Nifas dibagi dalam tiga periode, yaitu:
1. Puerperium dini, yaitu kepulihan ketika ibu tclah diperbolehkan berdiri dan bcrjalan.
2. Puerperium intermedial, yaitu kepulihan menyelurula alat-alat genital.
3. Remote puerperium, yaitu waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna, terutama bila selama hamil atau waktu persalinan mempunyai komplikasi. Waktu untuk sehat sempurna mungkin beberapa minggu, bulan, atau tahun.

TUJUAN ASUHAN MASA NIFAS
Semua kcgiatan yang dilakukan, baik dalam bidang kebidanan maupun di bidang lain selalu mempunyai tujuan agar kegiatan tersebut terarah dan diadakan cvaluasi dan penilaian. Tujuan dari perawatan nifas ini adalah:
1. Memulihkan kesehatan umum penderita
a. Menyediakan makanan sesuai kebutuhan
b. Mengatasi anemia
c. Mencegah infeksi dengan memerhatikan kebersihan dan sterilisasi
d. Mengernbalikan kesehatan urnum dengan pergerakan otot untuk memperlancar peredaran darah

2. Mempertahankan kesehatan psikologis
3. Mencegah infeksi dan komplikasi
4. Memperlancar pembentukan air susu ibu (ASI)
5. Mengajarkan ibu untuk melaksanakan perawatan mandiri sampai masa nifas selcsai dan memelihara bayi dengan baik, sehingga bayi dapat mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang normal

Daftar Pustaka
Buku Ajar Asuhan Kebidanan Nifas Normal
Baca Juga:

http://fkunhas.com/pengertian-dan-tujuan-asuhan-masa-nifas-20100712321.html

Fisiologi Laktasi

Makanan Terlarang untuk Ibu Menyusui - www.infopenting.com | Majalah Online Indonesia Pictures, Images and Photos

Dua faktor yang diatur oleh hormon terlibat dalam fisiologi laktasi.

1. Produksi
Dalam fisiologi laktasi, prolaktin suatu hormon yang disekresi oleh air susu ibu glandula pituitaria anterior, penting untuk produksi air susu ibu, (prolaktin) tetapi walaupun kadar hormon ini di dalam sirkulasi maternal meningkat selama kehamilan, kerja hormon ini dihambat oleh hormon plasenta. Dengan lepas atau keluarnya plasenta pada akhir proses persalinan, maka kadar estrogen dan progesteron berangsur-angsur turun sampai tingkat dapat dilepaskannya dan diaktifkannya prolaktin.

Terjadi peningkatan suplai darah yang beredar lewat payudara dan dapat diekstraksi bahan penting untuk pembentukan air susu. Globulin, lemak dan molekul-molekul protein dari dasar sel-sel sekretoris akan membengkakkan acini dan mendorongnya menuju ke tubuli laktifer.

Peningkatan kadar prolaktin akan menghambat ovulasi dan dengan demikian juga mempunyai fungsi kontrasepsi, tetapi ibu perlu memberikan air susu 2 sampai 3 kali setiap jam agar pengaruhnya benar-benar efektif. Kadar prolaktin paling tinggi adalah pada malam hari, dan Penghentian pertama pemberian air susu dilakukan pada malam hari, yang biasanya memang demikian, maka metode-metode kontrasepsi yang lebih rel label harus dipakai apabila ingin menghindari kehamilan.

Laktasi Payudara

2. Pengeluaran air susu (oksitosin)
a. Tekanan dari belakang
b. Refleks neurohormonal

Dua faktor yang terlibat dalam mengalirkan air susu dari sel-sel sekretorik ke papilla mammae. Tekanan globuli yang baru terbentuk di dalam sel akan mendorong globuli tersebut ke dalam tubuli laktifer dan pengisapan oleh bayi akan memacu sekresi air susu lebih banyak.

Apabila bayi disusui, maka gerakan mengisap yang berirama akan menghasilkan rangsangan saraf yang terdapat di dalam glandula pituitaria posterior. Akibat langsung refleks ini adalah dikeluarkannya oksitosin dari pituitaria posterior: hal ini akan menyebabkan sel-sel mioepitel (sel ‘keranjang’ atau sel laba-laba’) di sekitar alveoli akan berkontraksi dan mendorong air susu masuk ke dalam pembuluh lactifer, dan dengan demikian lebih banyak air susu yang mengalir ke dalam ampullae. Refleks ini dapat dihambat oleh adanya rasa sakit, misalnya jahitan perineum. Dengan demikian penting untuk menempatkan ibu dalam posisi yang nyaman, santai dan bebas dan rasa sakit, terutama pada jam-jam menyusukan anak. Sekresi oksitosin yang sama juga akan menyebabkan otot uterus berkontraksi dan membantu involusi uterus selama puerperium (masa nifas).

Daftar Pustaka
Anatomi and Fisiologi Terepan dalam Kebidanan Oleh Sylvia Verrals

http://fkunhas.com/fisiologi-laktasi-20101012833.html

Pemeriksaan Fisik Ibu Hamil

Pengkajian fisik harus dilakukan secara komprehensif serta meliputi riwayat kesehatan. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam melakukan pengkajian fisik, di antaranya sikap petugas kesehatan saat melakukan pengkajian. Selain harus menjaga kesopanan, petugas harus membina hubungan yang baik dengan pasien. Sebelum melakukan pemeriksaan, pastikan lingkungan tempat pemeriksaan senyaman mungkin, termasuk mengatur pencahayaan. Dengan adanya pencatatan data yang akurat diharapkan pengambilan tindakan yang dilakukan sesuai dengan masalah atau kondisi pasien.
Bagaimana mengenali tanda-tanda kehamilan?

Ada dua jenis tanda-tanda kehamilan seperti berikut.
1. Tanda-tanda mengarah ke kehamilan, tetapi tidak pasti hamil.
— Tes kencing menggunakan alat celup menunjukkan hasil positif.
— Terlambat menstruasi.
— Terasa mual dan muntah.
— Perut terasa membesar.
— Payudara terasa membesar dan kencang.
Jenis-Jenis Pemeriksaan Kehamilan

Pemeriksaan kehamilan meliputi pemeriksaan keadaan umum, pemeriksaan khusus obstetri, pemeriksaan dalam, dan pemeriksaan tambahan.

http://fkunhas.com/category/kebidanan/pemeriksaan-kehamilan-kebidanan

Ramuan Herbal Taklukkan Acne Vulgaris

herbal Pictures, Images and Photos

JERAWAT (Acne Vulgaris)
Gangguan kulit ini lebih wring menyerang remaja atau pada masa pubertas dan orang yang mempunyai kulit berminyak. Jerawat timbul karena adanya sekresi kelenjar yang disebut sebum yang menyumbat pori-pori kulit. Haltersebut menyebabkan minyak tidak dapat keluar dan menggumpal di bawah kulit sehingga terjadi pembengkakan seperti kista-kista kecil. Jika parah dapat menyebabkan infeksi dan peradangan.

Penyebab
1. Perubahan hormon pada saat pubertas (terutama hormon androgen).
2. Penyumbatan pada folikel rambut sehingga minyak tidak bisa ke pennukaan.
3. Infeksi oleh Propionibacterium cones, yaitu bakteri penyebab jerawat.
4. Faktor lain, sepeeti penggunaan kosmetik yang tidak cocok, stres, dan perubahan iklim atau cuaca yang ekstrim.

Perawatan
1. lap kebersihan kulit, cuci muka dengan air hangat.
2. Hindari memegang dan memencet jerawat.
3. Jangan menggunakan rambut sebagai penutup muka atau poni.
4. Jangan menggunakan kosmetik yang terlalu tebal. 97
5. Konsumsi buah-buahan dan sayuran segar.
6. Hindari makanan goreng-gorengan dan yang terlalu manis.

Pengobatan herbal
Resep 1
30 g temulawak, iris tipis
20 g kencur, iris tipis
10 g sambiloto kering 20 g asam jawa

a. Cuci bersih semua bahan, rebus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu saring.
b. Minum 2 kali sehari.

Resep 2
Wortel secukupnya
a. Cuci bersih wortel, jus hingga sarinya terkumpul 200 cc.
b. Minum 2 kali sehari, pagi dan sore hari.

Resep 3 (pemakaian luar)
20 lembar daun sirih
309 sambiloto
200 g daun lidah buaya, kupas
Bedak beras dingin secukupnya

a. Cuci bersih semua bahan, rebus dengan 1 liter air hingga tersisa 1/2 liter.
b. Gunakan airnya untuk membersihkan muka yang berjerawat (sebagai cleansing) dan campurkan bersama bedak beras dingin sebagai masker jerawat.
c. Lakukan 3 kali sehari. Simpan sisanya di lemari es.

Resep (Pemakaian luar)
Jeruk nipis yang telah tua secukupnya
1/2 sdt bubuk belerang
a. Belah jeruk nipis dan peras airnya, tambahkan 1/2 sendok teh bubuk belerang, lalu campus hingga rata.
b. Oleskan pada acne, biarkan 30 menit, lalu bersihkan.

Resep 5 (pemakaian luar)
Bush belimbing wuluh secukupnya
a. Cuci bersih bellmbing wuluh, parut.Tambahkan air garam, aduk
b. Gosokkan pada jerawat 2-3 kali sehari.

Catatan:
Piiih salah satu resep untuk pengobalan luar dan lakukan secara teratur.

Daftar Pustaka
Ramuan Lengkap Herbal Taklukkan Penyakit Oleh Prof H. Hembing W.

Faktor Risiko Kanker Leher Rahim

Beberapa hal yang menurut penelitian bisa meningkatkan risiko seorang perempuan mengidap penyakit kanker leher rahim adalah:

a. Menikah atau memulai aktivitas seksual pada usia muda (kurang dart 18 tahun)

Perkembangan modern saat ini memang bisa menunda usia pernikahan, tetapi penundaan usia pernikahan ini tidak selalu berarti menunda usia permulaan beraktivitas seksual. Apalagi dengan era keterbukaan sekarang ini. Diketahui bahwa sperma yang pertama kali mengenai leher rahim mempunyai pengaruh yang besar untuk terjadinya keganasan di daerah tersebut. Namun untunglah ada kabar gembira dart RS Kanker Dharmais. Sekarang-berkat pelbagai informasi yang luas- para remaja putri sudah mulai menyadari hal ini. Mereka sudah tidak segan-segan melakukan pemeriksaan (pap’s smear) di Polildirtik RS Kanker Dharmais, meskipun belum menikah. Ini adalah hal yang baik. Tidak malu memeriksakan diri begitu merasa memiliki faktor risiko ini, meskipun belum menikah.

b. Hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan.

Banyak yang meyakini beberapa virus seperti Herpes virus tipe 2 atau Human Papillomavirus (HPV) merupakan salah satu faktor penyebab timbulnya kanker leher rahim. Risiko memperoleh virus ini (yang ditularkan via hubungan kelamin) tentu akan makin meningkat seiring dengan ‘rajin’nya seseorang berganti-ganti pasangan. Jadi yang perlu diperhatikan, jangan menganggap remeh penyakit hubungan kelamin. Memang dengan perkembangan antibiotika yang canggih saat ini, beberapa penyakit hubungan kelamin bisa segera diobati dengan tuntas, tapi tidak dengan penyakit yang disebabkan oleh virus. Selain efeknya jangka panjang, penyakit akibat virus sangat sukar disembuhkan bahkan potensial menimbulkan kanker.

Apakah ada yang bisa menjamirt pasangan Anda yang begitu macho dan simpatik, tidak memiliki atau menjadi pembawa virus ini? Apalagi, jika pasangan Anda tersebut dikenal sebagai orang yang setiap saat ini bisa berganti-ganti pasangan.

Pendapat ‘pasrah’ dan kaum perempuan seperti: “Biarlah is (suami) melakukan hubungan diluar, asalkan tidak menikah”, sebaiknya perlu juga dipikirkan kembali. Masalahnya tidak sesederhana dan sesingkat yang dikira. Suatu survai yang pernah dilakukan, memperoleh hasil bahwa jika seorang perempuan mempunyai pasangan atau mitra seksual sebanyak 6 orang atau lebih, risiko is menderita kanker leher rahim meningkat menjadi hingga lebih dari 10 kali lipat.

c. Kegiatan seksual yang cukup banyak

Rangsangan terus menerus pada leher rahim, misalnya karena frekuensi ‘hubungan yang cukup tinggi, bisa juga merupakan hal yang membahayakan. Bisa terjadi radang atau luka, termasuk yang disebabkan oleh trikomonas vaginalis dan adanya benda-benda yang merangsang leher rahim. Ini potensial menyebabkan kanker di kemudian hari.

d. Banyak anak
Pada mereka yang melahirkan lebih dari 3 kali, temyata menurut hasil riset, angka kejadian kanker leher rahimnya meningkat sebanyak 3 kali pula. Selain hubungan langsung di atas, “banyak anak” mempunyai hubungan yang tidak langsung. Saat ini bisa dikatakan bahwa banyak anak mempunyai hubungan yang positif dengan kalangan yang sosial ekonominya kurang memadai. Jadi jangankan dana untuk selalu memeriksakan kesehatan sendiri, untuk kehidupan sehari-hari (bertahan hidup) pun rasanya serba minim. Akibatnya, banyak mereka yang menderita kanker leher rahim dari kalangan ini datang dalam stadium yang sudah lanjut dan tidak bisa disembuhkan lagi.

e. Merokok

Menurut penelitian, perempuan yang merokok (termasuk passive smoker) mempunyai risiko dua kali lebih besar daripada perempuan tidak merokok. Apa sebabnya, masih dalam penelitian, namun ada anggapan yang menyebutkan bahwa zat-zat yang terkandung dalam asap rokok, seperti nikotin dan tar bisa mempengaruhi sel-sel selaput lendir (mukosa) saluran pernapasan dan jugs saluran-saluran organ lain dalam tubuh manusia termasuk mukosa leher rahim wanita. Jika sel-sel mukosa sudah terpengaruh, akan mempermudah (meningkatkan risiko) mukosa leher rahim mengalami pertumbuhan yang tidak terkontrol jika terkena rangsangan-rangsangan lainnya.

f. Lain-lain yang masih dalam penelitian
Selain kebiasaan merokok, hal-hal lain yang masih dalam penelitian adalah kebiasaan melakukan “douching” atau cuci vagina. Berha ti-hatilah terhad ap tawaran “cuci mencuci” seperti ird, jika tidak didukung dengan penelitian ilmiah. Secara evolusi, bagian sensitif dan perempuan sebenamya sudah dipersiapkan secara alamiah untuk tetap sehat. Jika ditemui permasalahan, lebih baik segera mengobati dan kemudian menjaga kesehatan/ kebersihan alat kelamin tersebut secara natural / alamiah.

Daftar Pustaka
Kanker, Antioksidan, Terapi Oleh Dr. ERIK TAPAN MHA

http://fkunhas.com/faktor-risiko-kanker-leher-rahim-20100727449.html

Salam Dulu baru baca ^_^

Salam Dulu baru baca ^_^

Ma'an Najah

Ma'an Najah

Jazakallah khairan katsiran

Jazakallah khairan katsiran